Akuisisi Sentosa Residences, Ganda-Martua Sitorus Gebrak Sektor Properti

JAKARTA, KOMPAS.com – Gama Corporation yang dimiliki bersaudara Ganda dan Martua Sitorus, semakin menancapkan kukunya di sektor properti.

Setelah mengakuisisi Sentosa Residences milik Bahama Group melalui Gamaland dengan mahar Rp 600 miliar, mereka akan mengubahnya menjadi proyek apartemen bertajuk Arandra Residences dengan nilai proyek Rp 3,5 triliun.

Sejatinya, persentuhan Gamaland Group dengan bisnis properti sudah dimulai sejak 2006. Mereka membangun Nirvana Residences di Pekanbaru, Riau, saat pertumbuhan industri sedang memasuki masa bulan madu.

Menurut Direktur Gamaland Dicky Iksan Soetikno, sejak itu Gamaland mulai aktif bergerilya mencari proyek-proyek mangkrak untuk diakuisisi dan juga melirik lahan-lahan potensial untuk dikembangkan menjadi properti unggulan.

Lima tahun kemudian, bersama PT Ciputra Surya Tbk, mereka berencana merevitalisasi lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II Tanjung Morawa, melalui skema patungan ventura (joint venture).

“Hanya, megaproyek ini belum mendapat lampu hijau dari Menteri BUMN,” ungkap Dikcy kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Padahal, saat itu dua sejoli tersebut sudah melakukan perhitungan jumlah investasi untuk merealisasikan revitalisasi PTPN II menjadi kota satelit.

Dari hitung-hitungan bisnis, terbitlah angka Rp 300 miliar hingga Rp 400 miliar yang mereka anggarkan untuk belanja modal demi proyek seluas 8.000 hektar dengan konsentrasi perumahan, kawasan industri, komersial, taman safari, dan hotel.

Tak patah arang megaproyeknya belum direstui sang menteri, Gamaland kemudian menggarap CitraLand Pekanbaru pada 2011, CitraLand Bagya City Medan pada 2012, dan membangun Wilmar Bisnis Indonesia dua tahun setelahnya.

Tahun ini secara berturut-turut, Gamaland membesut Koleza Nine, dan Arandra Residence. Sebelumnya, mereka secara mengejutkan mampu membangun Gama Tower. (Baca: Calon Gedung Terjangkung di Indonesia Beroperasi April 2016)

Betapa tidak, gedung tersebut merupakan bangunan tertinggi di Indonesia sejangkung 288,6 meter.

Jika kelak beroperasi Gama Tower akan menjungkalkan rekor Wisma 46 yang selama lebih dari dua dekade menjadi gedung tertinggi di Indonesia.

Gama Tower merupakan properti multifungsi mencakup perkantoran dan hotel bintang lima. Gamaland menggandeng Marriott International untuk mengelola hotelnya dengan bendera The Westin.

Melanglang buana

Selama kurun sembilan tahun hingga sekarang, Gamaland telah memiliki sejumlah portofolio properti yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bekasi, Cilegon, Medan, Kubu Raya, Bali, dan Pekanbaru.

Selain itu, mereka juga memiliki portofolio Aviva Tower di London, dan menangani Australian Post Sydney. (Baca: Demi Pencakar langit Baru, Aset Martua Sitorus di London Dihancurkan)

Jenis properti yang menjadi aset imperium bisnis ini adalah kawasan industri dan pergudangan Bekasi Industrial Estate, Bojonegara Industrial Estate, Lamhotma Industrial Estate, Sicanang Industrial Estate, dan Bizpark Commercial Estate.

Menyusul perhotelan seperti JW Marriott Medan, Amarterra M Gallery Nusa Dua Bali by Sofitel, dan kelak The Westin jakarta.

Sementara perumahan dan apartemen meliputi Nirvana Residences Pekanbaru, Nirvana D’Villas Pekanbaru, CitraLand Pekanbaru, CitraLand Bagya City Medan, dan apartemen Koleza 9.

Untuk pusat belanja, mereka akan membangun CitraLand Bagya City Medan, dan Click Square Bandung.

 

Sumber: Kompas.com