Capital Gain Arandra Residence Di Atas 30%

Jakarta – Ronald Cassidy Yusuf, marketing director MJO selaku konsultan Arandra Residence, menyatakan, proyek apartemen Arandra potensial memberikan keuntungan. Arandra Residence adalah proyek hunian vertikal berkapasitas 1.000 unit apartemen lebih di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Menurut dia, Arandra Residence berpotensi memberikan keuntungan yang memadai bagi para pembelinya. Dia menyebutkan, ada dua keuntungan yang didapat para pembeli, yakni invesment yield dan capital gain.

Investment yield didapat dari sewa apartemen. Besaran keuntungan yang dapat diraih para pembeli Arandra Residence sekitar 12% per tahun. “Besaran itu bisa didapat pembeli ketika Arandra telah rampung terbangun,” jelas dia kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/12).

Saat ini, jelasnya, investment yield yang ada di sekitar proyek tersebut berkisar 8-9,5% per tahun. Besaran keuntungan tersebut sudah terbentuk dari sewa apartemen hingga tahun 2015.

Terkait capital gain, Ronald mengatakan, secara umum harga apartemen akan naik tiga kali besara inflasi. Bila inflasi sekitar 7%, kenaikan harga yang bisa dinikmati adalah sekitar 21% per tahun.

“Mengingat kawasan Cempaka Putih adalah sunrise property, kami memperkirakan capital gain Arandra Residence bisa lebih dari 30% per tahun,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli produk properti. Memasuki 2016, lanjutnya, merupakan titik balik pertumbuhan properti yang saat ini memasuki dalam masa pelambatan pertumbuhan.

“Karena itu, kami mulai memasarkan Arandra Residence pada Selasa, 15 Desember 2015 dengan sistem nomor urut pembelian (NUP) seharga Rp 8 juta,” katanya.

Dia menambahkan, para konsumen yang sudah memegang NUP akan berkesempatan memilih unit pada April 2016. “Setiap 30 NUP yang diserap calon konsumen, harga apartemen kami naik Rp 250 ribu per meter persegi dari saat ini Rp 25 juta per meter persegi,” paparnya.

 

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

Sumber: Beritasatu.com